Bahaya Garam Untuk Kesehatan Tulang

Tubuh kita memang membutuhkan asupan garam setiap harinya, namun ada batasan kadar garam yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari, kita tidak bisa suka-suka mengonsumsi beragam makanan asin setiap hari. Karena secara normal tubuh hanya membutuhkan asupan garam lebih kurang sebanyak satu sendok teh. Dan itu di dapat dari kadar garam pada setiap makanan yang kita konsumsi. Dan ketika kita mengonsumsi garam melebihi jumlah yang dibutuhkan setiap hari, maka sudah bisa dipastikan akan anda dapat dan risikonya terhadap kesehatan tubuh.

Biasanya, kadar garam berlebih terdapat pada makanan atau camilan yang kerap kita konsumsi setiap hari seperti misalnya keripik singkong asin atau kentang goreng bertabur garam dan lain sebagainya, siapa yang tidak suka makanan ini? Namun, sebaiknya kaum wanita khususnya agar membatasi makanan asin seperti ini, karena makanan tinggi garam dapat membuat tulang keropos serta mmicu timbulnya beberapa penyakit berbahaya lainnya.

Karena sebuah penelitian di Jepang yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan The Endocrine Society ke-95 di San Fransisco, Amerika Serikat, tentang bahaya garam, mengungkapkan diet tinggi garam meningkatkan resiko patah tulang (fraktur), pada perempuan usia menopause, berapa pun densitas tulangnya. Dan bahkan study dan penelitian ini juga sudah dilakukan percobaan terhadap beberapa responden dan sukarelawan untuk menguji keabsahan teori ini.

Studi tentang bahaya garam tersebut melibatkan 213 perempuan menopause (rerata usia 63 tahun), yang telah menjalani screening osteoporosis. Screening mencakup scan densitas tulang, koesioner tentang makanan, pemeriksaan darah untuk melihat metabolisme tulang, dan menyingkirkan kondisi-kondisi medis yang dapat meningkatkan resiko fraktur.

Baca Juga: Jasa Penulis Artikel

Selain itu para responden juga menjalani tes fungsi motorik untuk keseimbangan dan tes kekuatan pegangan, untuk menilai resiko jatuh. Secara keseluruhan, rata-rata konsumsi garam harian mereka 5.211 mg. Kelompok dengan konsumsi garam tertinggi, rerata 7.561 mg/hari, setara 7x lipat kadar garam pada cheeseburger McDonald. Ternyata, kelompok ini beresiko 4x lipat lebih besar terhadap fraktur novertebral (selain tulang belakang), dibandingkan kelompok dengan konsumsi garam yang lebih rendah.

Peningkatan resiko ini tidak berhubungan dengan faktor resiko lain seperti usia, densitas mineral tulang, indeks massa tubuh, asupan kalsium dan vitamin D, kadar vitamin D dalam darah, serta keseimbangan dan kekuatan otot. Fraktur nonvertebral dapat menyebabkan disabilitas, bahkan kematian, konsumsi garam berlebihan merupakan faktor resiko untuk kerapuhan tulang. Penting untuk mengurangi asupan garam dalam terapi diet osteoporosis serta menyadari bahaya garam yang berlebihan bagi tulang, tutur Nawata, professor nutris dan kesehatan di Universitas Shimane, Jepang.

Menurut rekomendasi yang dilansir oleh Dietary Guidelines for Americans, orang berusia 51 tahun ke atas sebaiknya tidak mengonsumsi 1.500 mg garam/hari. Rasa asin pada garam bisa disiasati dengan penyedap rasa alami, yakni dengan jamur yang memberi rasa gurih. Selain tulang, kelebihan konsumsi garam setiap hari juga akan berisiko terkena hipertensi. Dimana kadar darah dalam tubuh mengalami peningkatan serta dapat memicu serangan jantung.

Baca Juga: Manfaat Antioksidan

Jadi sebaiknya hindari mengonsumsi garam terlalu berlebihan setiap hari, karena kadar garam yang berlebihan di dalam tubuh hanya akan memicu timbulnya penyakit berbahaya di dalam tubuh. Dan jika anda sudah merasa terlalu banyak mengonsumsi kadar gram setiap harinya, maka anda bisa melakukan diet garam agar terhindar dari bahayanya. Dan biasanya, diet garam kerap diberlakukan kepada mereka yang mengidap penyakit hipertensi dan jantung.