Desa Wisata Kemiren Banyuwangi

Desa Wisata Kemiren Banyuwangi

Kamis, 13 September 2018 - Wisata

Meskipun waktu senantiasa berubah, dinamis dan mengikuti zaman, namun budaya yang ada di desa Kemiren masih tetap dan tidak lekang boleh zaman. Desa Kemiren berada di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Desa ini adalah satu-satunya desa yang masih eksis dengan tradisinya hingga saat ini.

Gambar Wisata Desa Kemiren

Gambar Wisata Desa Kemiren

Seperti apa tradisi yang ada di desa Kemiren? Dan wisata apa yang sangat menarik di desa tersebut? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Wisata Budaya di Desa Kemiren

Desa Kemiren memiliki budaya yang sangat khas dan unik. Di Desa Kemiren, Anda bisa melihat bahasa filsafat yang digambarkan dalam detail seni yang dibuat suku Osing, masyarakat yang menempati desa Kemiren. Karena seperti banyak suku, Osing juga memiliki kerajinan seperti membuat batik dan tenun.

Desa ini memiliki tarian yang luar biasa, musik yang menginspirasi, dan banyak ritual khas suku Osing. Penampilan ikonik dari desa Kemiren adalah tarian Jejer Gandrung. Sebuah tarian yang diiringi oleh musikal yang disebut Gending Padha Nonton. Anda pasti akan terpesona oleh warna-warna cerah dari kostum suku Osing yang rumit.

Kemudian untuk seni musiknya, ada seni tradisional Angklung Paglak yang tampil 3 meter di atas tanah! Lesung Musical adalah lagu tradisional karya asli suku Osing untuk merayakan berbagai karunia yang dilimpahkan kepada mereka dalam hidup.

Sementara untuk ritual khgas Desa Kemiren adalah Barong Ider Bumi. Barong Ider Bumi ini dilakukan sebagai ritual pembersihan untuk mengusir pengaruh negatif seperti roh jahat, penyakit, hama dan apapun yang dapat mengganggu kesejahteraan penduduk desa Kemiren.

Dan ketika Anda berada di Kemiren, jangan lupa untuk mencoba produk kopi lokal terbaik mereka yang diproses secara tradisional dan diseduh untuk memanjakan semua pengunjung.

Tradisi Desa Kemiren

Ada banyak ritual dan tradisi dari suku Osing selain Barong Ider Bumi. Salah satunya adalah tradisi dalam upacara pernikahan. Orang-orang Banyuwangi masih dihadapkan pada perkawinan tradisional dengan serangkaian tindakan yang harus dilakukan sebelum hari pernikahan dan pasangan bisa dikatakan sah sebagai suami dan istri.

Langkah pertama dari hari pernikahan adalah memulai dengan melakukan Lamaran Manten atau lamaran pernikahan. Pada Lamaran Manten, pengantin pria dan keluarga yang menghadiri rumah mempelai perempuan untuk mengusulkan para wanita sambil membawa seserahan atau semacam hadiah untuk keluarga pengantin.

Setelah Seserahan diambil oleh keluarga mempelai wanita, mereka memilih tanggal yang tepat untuk pergi ke hari pernikahan. Jika Amerika memiliki Hari Thanksgiving, maka begitu juga dengan Desa Kemiren, yang juga memiliki tradisi Thanksgiving.

Tradisi thanksgiving khas Desa Kemiren adalah mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan perdamaian yang berlimpah. Pada hari itu, penduduk berkumpul di satu tempat dengan membawa Tumpeng.

Tumpeng adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari nasi kuning dan memiliki bentuk kerucut. Penduduk membuat ribuan Tumpeng atau disebut Tumpeng Sewu. Oleh karena itu, Thanksgiving Banyuwangi disebut sebagai upacara Tumpeng Sewu.